KATA
PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan
karunia- Nya, sehingga makalah yang berjudul tentang “Struktur dan Fungsi Sel” ini dapat terselesaikan
dengan baik.
Makalah ini merupakan media pembelajaran bagi mahasiswa mengenai sel hewan yang meliputi komponen serta hubungan antar sel.
Sekiranya makalah ini terdapat kesalahan, kami sangat mengharapkan kritik
dan saran untuk memperbaiki kesalahan yang ada. Kami mengucapkan terima kasih pada Dosen yang mengajar mata kuliah tentang Struktur Hewan yang telah memberikan
arahan selama kami mengikuti mata kuliah
tersebut.
Sekian dan terima kasih.
Cirebon, 15 Agustus 2015
Penulis
DAFTAR ISI
Halaman.............................................................................................
Kata Penganta....................................................................................
Daftar
Isi.............................................................................................
BAB I
Pendahuluan............................................................................
Latar Belakang...................................................................................
Tujuan Penulisan Makalah.................................................................
Manfaat Penulisan Makalah...............................................................
BAB II Pembahasan
2.1. Pengertian Sel.............................................................................
2.2. Struktur dan Fungsi Sel...............................................................
2.3. Bagian Utama Sel dan Organel Sel.............................................
BAB III Penutup
3.1.Kesimpulan...................................................................................
3.2.Saran............................................................................................
DaftarPustaka.....................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sel merupakan unit terkecil
dari makhluk hidup.Di dalam sel terdapat protoplasma yang tersusun atas
karbohidrat, lemak, protein, dan asam nukleat.Berdasarkan tipe sel dibedakn
menjadi prokaroriotik, yaitu sel yang tidak memiliki membran inti dan sel
eukariotik, yaitu sel yang memiiliki membran inti.
Dari penemuan tentang sel dan
segala aktivitasnya, lahirlah teori sel, bahwa sel merupakan kesatuan
struktural, kesatuan fungsional, kesatuan pertumbuhan, kestuan hereditas, dan
kesatuan reproduksi makhluk hidup.
Secara struktural sel
merupakan penyusun makhluk hidup bagian dari sel meliputi membran plasma,
nukleus, dan sitoplasma.Membran plasma tersusun dari lipoprotein, yaitu adanya
ikatan antara lemak dan protein.
Nukleus terdapat nukleolus
yang berfungsi untuk sintesis ribosom, nukleus berfungsi untuk mengendalikan
aktivitas sel. Sitoplasma mengandung organel-organel sel, seperti retikulum, endoplasma, ribosom, badan golgi, libosom, mitokondria, mikrotubul, mikrofilamen.
B. Tujuan Penulisan Makalah
1. Untuk mengetahui
organel-organel yang ada di dalam sel hewan dan
tumbuhan.
2. Untuk mengetahui gambar-gambar
yang ada di dalam sel hewan dan
tumbuhan.
3. Untuk mengetahui
komponen-komponen yang ada di dalam struktur sel hewan dan tumbuhan.
4. Untuk
mengetahui perbedaan sel hewan dan sel tumbuhan.
B. Manfaat Penulisan Makalah
1. Dapat memahami organel-organel
yang ada di dalam sel hewan dan
tumbuhan.
2. Dapat memahami gambar-gambar
yang ada di dalam sel hewan dan
tumbuhan.
3. Dapat memahami
komponen-komponen yang ada di dalam struktur sel hewan dan tumbuhan.
4. Untuk
memahami perbedaan sel hewan dan sel tumbuhan.
BAB II
PEMBAHASAN
1.
Pengertian Sel
Struktur sel prokariotik dan
eukariotik Istilah sel pertama kali dikemukakan oleh Robert Hooke, Ilmuwan
Inggris, pada tahun 1665 yang berarti ruangan kosong. Ia meneliti sayatan gabus
di bawah mikroskop yang terdiri atas ruangan-ruangan yang dibatasi oleh
dinding. Hal tersebut benar karena sel-sel gabus merupakan sel-sel yang telah
mati sehingga di dalam sel tersebut kosong, tidak berisi. Pada tahun 1839,
seorang biolog Perancis, Felix Durjadin meneliti beberapa jenis sel hidup dan
menemukan isi dalam rongga sel yang penyusunnya disebut sarcode. Johanes
Purkinje (1789-1869) mengadakan perubahan nama Sarcode menjadi protoplasma. Max
Schultze (1825-1874), seorang anatomi mengemukakan protoplasma merupakan dasar
fisik kehidupan. Theodore Schwann (1801-1881), seorang pakar zoologi Jerman,
meneliti secara cermat dan intensif sel-sel hewan; dan Mathias Schleiden (1804
1881), pakar botani Jerman meneliti sel-sel tumbuhan. Berdasarkan hasil
pengamatannya, kedua peneliti tersebut mengemukakan bahwa baik tubuh hewan
maupun tubuh tumbuhan terdiri atas sel-sel. Perkembangan pengetahuan tentang
sel tidak terlepas dari perkembangan ilmu di bidang lainnya.
Dengan teknik pewarnaan secara
histokimia dan penggunakan mikroskop elektron, terungkap bahwa di dalam
sitoplasma, terdapat berbagai macam organel (organ kecil). Semua sel mempunyai
sifat-sifat dasar secara umum. Semua sel dibatasi oleh membran plasma. Di
dalamnya terdapat bahan semicair yang dinamakan sitosol yang mengandung
organel-organel. Semua sel mengandung kromosom, yang membawa gen-gen (DNA, asam
nukleat deoksiribosa). Semua sel mengandung ribosom yang merupakan organel
kecil yang berfungsi membentuk protein menurut instruksi dari gen.
Berdasarkan keadaan intinya,
sel dibedakan dalam dua macam, yaitu: sel prokariotik dan sel eukariotik. Pada
sel prokariotik, materi inti (DNA) terdapat dalam nukleoid yang tidak dibatasi
oleh membran inti. Contoh sel prokariotik ialah bakteri, dan gangang biru yang
termasuk Monera. Sedangkan pada sel eukariotik terdapat membran inti, yang
memisahkan materi inti (DNA dan protein histon membentuk kromosom) dari
sitoplasma. Sel eukariotik dijumpai pada Tumbuhan, Hewan, Cendawan, dan
Protista. Sel bakteri dibatasi oleh membran plasma. Di dalamnya terdapat
nukleoid (DNA) tanpa dibatasi oleh membran inti, dan ribosomDi sebelah luar
dari membran plasma terdapat dinding sel yang disusun oleh peptidoglikan
(kompleks gula dan protein).
Pada sebagian bakteri sel
tersebut dibungkus oleh kapsul (disusun oleh gula). Bakteri mempunyai alat
gerak berupa flagel. Pada permukaan sel bakteri terdapat pili yang dapat
digunakan untuk menempel pada substratnya. Pada bakteri fotosintetik dan
ganggang hijau biru terdapat klorofil yang tersebar dalam sitoplasma, tanpa
membran yang membatasinya dengan bagian sel lainnya. Jadi, sel prokariotik ada
yang mempunyai klorofil tetapi tidak dalam kloroplas (plastid yang berwarna
hijau). Sel prokariotik mempunyai ukuran yang jauh lebih kecil (kurang lebih
sepersepuluhnya) dari sel eukariotik (Campbell et al, 2006).
Pada sel tumbuhan, sel hewan,
dan sel eukariotik lainnya, selain membran plasma yang membatasi sel dengan
lingkungan luarnya, juga terdapat sistem membran dalam (internal) yang
membatasi organel- organel di bagian dalam sel dengan sitoplasma. Nukleus
(inti) dibatasi oleh membran inti sehingga bahan-bahan yang ada di dalamnya
terpisah dari sitoplasma. Vakuola terpisah dari sitoplasma karena dibatasi oleh
membran (tonoplas). Demikian juga pada organel bermembran lainnya, yang
terpisah satu sama lain sehingga masing-masing organel menyelenggarakan
reaksi-reaksi kimia secara terpisah. Dengan kata lain, sel eukariotik telah
mengalami kompartementasi, terbagi dalam beberapa ruang.
Perbedaan sel prokariotik dan
sel eukariotik Keterangan:
- (tidak ada); + (ada)
Berdasarkan jumlah kromosom dan fungsinya, sel dibedakan ke dalam dua kelompok,
yaitu sel somatik dan sel reproduktif. Sel somatik merupakan sel-sel penyusun
tubuh, dengan jumlah kromosom 2n (diploid). Dalam proses pertumbuhan makhluk
hidup multiseluler sel somatic mengalami proses pembelahan mitosis. Sel
reproduktif berfungsi untuk perbanyakan makhluk hidup secara seksual. Sel ini
dibentuk melalui proses meiosis sehingga mempunyai jumlah kromosom n (haploid).
Bagian sel ada yang bersifat hidup dan ada yang mati. Bagian sel yang hidup
dikenal sebagai protoplasma, terdiri atas inti dan sitoplasma. Bagian mati
berupa dinding sel dan isi vakuola. Sel-sel pada tubuh hewan dan tumbuhan
termasuk dalam golongan sel eukariotik, sedangkan pada mikroorganisme ada yang
eukariotik misalnya protozoa, protista, dan fungi. Ada pula yang bersifat
prokariotik misalnya pada bakteri dan ganggang biru.
2. Struktur dan Fungsi Sel
Struktur sel dibagi menjadi
struktuk sel prokariotik dan eukariotik.
2.1. Struktur
sel prokariotik
Semua sel prokariotik mempunyai membram plasma,
nukleoid (berupa DNA dan RNA), dan sitoplasma yang mengandung ribosom. Sel prokariotik tidak memiliki membram inti. karena
tidak mempunyai membram inti maka bahan inti yang berada di dalam sel
mengadakan kontak langsung dengan protoplasma. Ciri lain dari sel prokariotik adalah tidak memiliki sistem endomembram
(membram dalam),seperti reticulum endoplasma dan
komplek golgi. Selain itu, sel prokariotik
juga tidak memiliki mitokondria dan kloropas, namun mempunyai struktur yang
berfungsi sama, yaitu mesosom dan kromatofor.
2.2. Struktur sel eukariotik
Perbedaan pokok antara sel prokariotik dan
eukariotik adalah sel eukariotik memiliki membram inti, sedangkan sel
prokariotik tidak.selain itu sel, eukariotik memiliki sistemendomembram, yakni
memiliki organel-organel bermembram seperti retikulum endoplasma, komplek
Golgi, mitokondria, dan lisosom. sel eukariotik juga memiliki sentriol,
sedangkan sel prokariotik tidak.
3. Bagian Utama Sel dan Organel Sel
3.1. Membran plasma
Membran sel atau membran plasma tersusun atas
molekul lemak dan protein.Membran sel bersifat semipermeabel.fungsinya sebagai
pelindung molekuler sel terhadap lingkungan di sekitarnya, dengan jalan
mengatur lalu lintas molekul dan ion-ion dari luar dan ke dalam sel.
3.2. Nukleus
atau inti sel
Inti sel memiliki membran inti susunan molekul
membran inti sama dengan susunan molekul membran sel,yaitu berupa lipoprotein.
Dalam inti sel terdapat:
a. Nukleolus atau (anak inti),befumngsi
menyintesis berbagai macam molekul RNA (asam ribonukleat) yang di
gunakana dalam perakitan ribosom.
b. Nukleoplasma(cairan inti)
merupakan zat yang tersusun dari protein.
c. Butiran kromatin yang terdapat
pada nukluoplasma.Pada saat sl membelah, butiran kromatin menebal menjadi
struktur benang yang di sebut kromosom yang mengandung DNA atau asam
deoksiribonukleat yang berfungsi menyampaikan informasi genetic melalui
sintesis protein.
3.3.
Sitoplasma
Sitoplasma tersusun atas air, protein, lemak, mineral,
dan enzim-enzim di pergunakan untuk mencerna makanan secara ekstraseluler dan
untuk melakukan proses metabolisme sel. metabolisme terdiri dari proses
penyusunan (anabolisme) dan penguraian (katabolisme) zat-zat.
Sitoplasma mengandung organel-organel sel
berikut ini :
a. Retikulum
Endoplasma
Retikulum berasal dari kata
Reticular yang berarti anyaman benang atau jala, karena letaknya memusat pada
bagian dalam sitoplasma (endoplasma), maka disebut sebagai retikulum endoplasma (disingkat
RE ). RE merupakan perluasan membran
yang saling berhubungan yang membentuk saluran pipih didalam sitoplasma.Fungsi
dari RE diantaranya sebagai alat transportasi zat-zat yang diperlukan inti sel
dari luar inti sel.
Berdasarkan ada tidak nya
ribosom RE dibgai dua tipe yaitu :
·
RE kasar/granule apabila pada permukaan membrane
RE ini ditempeli ribosom sehingga tampak berbintil-bintil. RE kasar merupakan
penampung protein yang dihasilkan ribosom.Protein yang dihasilkan masuk kedalam
rongga RE.fungsi REK adalah mendukung sintesis protein dan menyalurkan bahan
genetic antara inti sel dengan sitoplasma.
·
RE halus ; bila pada membrane RE ini tidak ditempeli
ribosom sehingga tampak halus. Sel-sel kelenjar mengandung lebih banyak RE
dibandingkan sel-sel bukan kelenjar.
3.4.
Badan golgi
Badan golgi adalah sekelompok kantong (vesikula)
pipih yang dikelilingi membran. Organel ini terdapat hamper disemua sel
eukariotik. Badan golgi di bangun oleh membran yang berbentuk sisterna, tubulus
dan vesikula. Sisterna membentuk pembuluh halus (tubulus).Dari tubulus
dilepaskan kantong kecil yang berisi bahan-bahan yang diperlukan seperti
enzim-enzim atau pembentuk dinding sel.
Fungsi Kompleks Golgi antara
lain:
a. Mengangkut
dan mengubah secara kimia materi materi yg ada didalamnya
b. Menghasilkan
lender, lili pada tanaman perca, dan secret yg bersifat lengket
c. Kadang
kadang untuk transport lemak
d. Pembentukan
lisosom
e. Membuat
enzim pencerSnaan yg belum aktif
f. Mensintesis
polisakarida untuk bahan bahan dinding sel pada tumbuhan.
3.5. Ribosom
Ribosom berupa organel kecil
bergaris tengah 17-20 mikron tersusun oleh RNA ribosom dan protein.Ribosom
terdapat bebas di sitoplasma atau melekat pada REK.Tiap ribosom terdiri
dari 2 subunit yang berbeda ukuran yang saling berhubungan dalam suatu ikatan
yang di stabilkan oleh ion magnesium.
Ribosom berfungsi untuk
sintesis protein.
3.6.
Lisosom
Lisosom merupakan kantong yang
di kelilingi membran tunggal yang digunakan sel untuk mencerna makro molekul.
Lisosom dihasilkan oleh badan golgi yang penuh protein.Lisosom berisi berbagai
jenis enzim yang dapat memecahkan polisakarida, lipid, fosfolipid, asam nukleat
dan protein.Lisosom berfungsi sebagai tempat pembuatan enzim-enzim pencernaan.
3.7.
Mitokondria
Mitokondria merupakan penghasil energi ( ATP )
karena berfungsi untuk respirasi . Secara umum dapat dikatakan bahwa
mitokondria berbentuk butiran atau benang . Mitokondria mempunyai
sifat plastis ,artinya bentuknya mudah berubah . Ukurannya seperti bakteri
dengan diameter 0,5-1 mikrometer dan panjang 3-10 mikrometer.Mitokondria
mempunyai 2 lapisan membran yaitu membran dalam dan membran luar.Membran luar
memiliki prmukaan halus dan membran dalam berlekuk-lekuk (krista). Pada
terdapat enzim untuk fosfolirasi oksidatif dan sistem transpor elektron.
Membran dalam membagi mitokondria menjadi 2
ruang yaitu:
a. Ruang intermembran
Merupakan ruangan diantara
diantara membran luar dan membran dalam. Membran luar dapat di lalui semua
molekul kecil, tetapi tidak dapat dilalui protein dan molekul besar .
b. Matriks mitokondria merupakan
ruang yang diselubungi oleh membran dalam.
3.8.
Peroksisom
Struktur ini mirip dengan lisosom, mengandung
enzim-enzim seperti katalase. Enzim ini
bekerja mengkatalisis prombakan peroksida yang bersifat racun menjadi molekul
netral H2O dan O2.
3.9. Sentriol
Sentriol merupakan organel yang dapat dilihat
ketika sel mengadakan pembelahan.Pada fase tertentu dalam daur hidupnya
sentriol memiliki silia atau flagela.Sentriol hanya dijumpai pada sel hewan ,
sedangkan pada sel tumbuhan tidak.
3.10. Mikrotubulus
Mikrotubulus merupakan organel berbentuk tabung
atau pipa , yang panjangnya 2,5 mikrometer dengan diameter 25 nm.Tabung tabung
kecil itu tersusun atas protein yang dikenal sebagai tubulin.Mikrotubulus berfungsi sebagai:
a. Mengendalikan gerakan kromosom
dari daerah equator ke kutub masing-masing pada anaphase
b. Penyusun sentriol,
flagel dan silia sehingga berperan dalam pergerakan sel.
3.11. Mikrofilamen
Mikrofilamen adalah organel yang berbentuk
benang-benang halus ,tipis yang memanjang.Mikrofilamen tersusun atas dua macam
protein ,yaitu aktin dan miosin.Mikrofilamen banyak terdapat pada sel-sel otot
,dan juga membentuk rangka dalam pada sel.Diameter mikrofilamen hanya 5
nm.Mikrofilamen berfungsi sebagai
a. Sebagai sitoskleton dalam sel
b. Berperan dalam pembelahan sel,
pada Amoeba berfungsi dalam pembentukan Pseudopoda, gerakan sel dan gerakan
sitoplasma
c. Membentuk alat gerak
seperti silia dan flagella
3.12. Dinding Sel
Dinding/tembok sel adalah struktur di luar membran plasma
yang membatasi ruang bagi seluntuk membesar.
Dinding sel merupakan ciri khas yang dimiliki tumbuhan, bakteri, fungi (jamur), dan alga, meskipun struktur penyusun dan
kelengkapannya berbeda.
Dinding sel menyebabkan sel tidak dapat bergerak
dan berkembang bebas, layaknya seltumbuhan.
Namun, hal ini berakibat positif karena dinding-dinding sel dapat memberikan
dukungan, perlindungan dan penyaring (filter) bagi struktur dan fungsi sel
sendiri. Dinding sel mencegah kelebihan air yang masuk ke dalam sel.
Dinding rumah terbuat dari berbagai macam
komponen, tergantung golongan organisme. Pada tumbuhan, dinding-dinding sel
sebagian besar terbentuk oleh polimerkarbohidrat(pektin, selulosa,hemiselulosa,
dan lignin sebagai penyusun
penting). Pada bakteri, peptidoglikan (suatuglikoprotein)
menyusun dinding sel. Fungi memiliki dinding sel yang terbentuk dari kitin. Sementara itu, dinding sel alga
terbentuk dari glikoprotein, pektin, dan sakarida sederhana (gula).
3.13.
Kloroplas
Kloroplas (bahasa Inggris: Chloroplast) adalah plastid yang mengandung klorofil. Di
dalam kloroplas berlangsung fase terang dan fase gelap dari fotosintesistumbuhan.
Kloroplas terdapat pada hampir seluruh tumbuhan, tetapi tidak umum dalam semua sel. Bila ada, maka
tiap sel dapat memiliki satu sampai banyak plastid. Pada tumbuhan tingkat
tinggi umumnya berbentuk cakram (kira-kira 2 x 5 mm, kadang-kadang lebih
besar), tersusun dalam lapisan tunggal dalam sitoplasmatetapi
bentuk dan posisinya berubah-ubah sesuai dengan intensitas cahaya. Pada ganggang,
bentuknya dapat seperti mangkuk, spiral, bintang menyerupai jaring, seringkali
disertai pirenoid.Kloroplas matang pada beberapa
ganggang, biofita dan likopoda dapat
memperbanyak diri dengan pembelahan. Kesinambungan kloroplas terjadi melalui
pertumbuhan dan pembelahan proplastid di daerah meristem.
Secara khas kloroplas dewasa mencakup dua membran luar yang menyalkutistroma homogen, di
sinilah berlangsung reaksi-reaksi fase gelap. Dalam stroma tertanam sejumlah
grana, masing-masing terdiri atas setumpuk tilakoid yang berupa gelembung
bermembran, pipih dan diskoid (seperti cakram). Membran tilakoid menyimpan
pigmen-pigmen fotosintesis dan sistem transpor elektron yang terlibat dalam
fase fotosintesis yang bergantung pada cahaya. Grana biasanya terkait dengan
lamela intergrana yang bebas pigmen.
Prokariota yang berfotosintesis tidak mempunyai kloroplas,
tilakoid yang banyak itu terletak bebas dalam sitoplasma dan memiliki susunan yang beragam dengan bentuk yang
beragam pula. Kloroplas mengandung DNA lingkar dan mesin
sistesis protein,
termasuk ribosom dari tipeprokariotik.
3.14. Vakuola
Vakuola merupakan ruang dalam sel yang berisi cairan (cell sap dalam bahasa Inggris)yang
berupa rongga yang diselaputi membrchan (tonoplas). Cairan ini adalah air dan berbagai zat yang terlarut di dalamnya. Selain itu, Vakuola juga
berisi asam organik, asam amino, glukosa, gas, garam-garam kristal, alkaloid.
Vakuola ditemukan pada semua sel tumbuhan namun tidak dijumpai pada sel hewan dan bakteri,
kecuali pada hewan uniseluler tingkat rendah.
Vakuola terbagi menjadi 2 jenis, yaitu Vakuola
Kontraktil dan Vakuola nonkontraktil (vakuola makanan). Vakuola kontraktil
berufngsi sebagai osmoregulator yaitu pengatur nilai osmotik sel atau ekskresi.
Vakuola nonkontraktil berfungsi untuk mencerna makanan dan mengedarkan hasil
makanan.
Pada sel daun dewasa, vakuola
mendominasi sebagian besar ruang sel sehingga seringkali sel terlihat sebagai
ruang kosong karena sitosol terdesak ke bagian tepi dari sel.
Fungsi Vakuola: 1. Tempat penyimpanan zat
cadangan makanan seperti amilum dan glukosa 2. Tempat menyimpan pigmen (daun,
bunga dan buah) 3. Tempat penyimpanan minyak atsirik (golongan minyak yang
memberikan bau khas seperti minyak kayu putih) 4. Mengatur tirgiditas sel
(tekanan osmotik sel) 5. Tempat penimbunan sisa metabolisme dan metabolik
sekunder seperti getah karet, alkaloid, tanin, dan kalsium oksabit.
Bagi tumbuhan, vakuola berperan sangat penting
dalam kehidupan karena mekanisme pertahanan hidupnya bergantung pada kemampuan
vakuola menjaga konsentrasi zat-zat terlarut di dalamnya. Proses pelayuan, misalnya, terjadi karena vakuola
kehilangan tekanan turgor pada dinding sel.
Dalam vakuola terkumpul pula sebagian besar bahan-bahan berbahaya bagi proses metabolismedalam
sel karena tumbuhan tidak mempunyai sistem ekskresi yang efektif seperti pada hewan. Tanpa vakuola, proses
kehidupan pada sel akan berhenti karena terjadi kekacauan reaksi biokimia.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Sel merupakan unit terkecil yang menjadi dasar kehidupan dalam arti
biologis.Semua fungsi kehidupan diatur dan berlangsung di dalam sel. Karena
itulah, sel dapat berfungsi secara autonom asalkan seluruh kebutuhan hidupnya
terpenuhi.Struktur sel dan fungsi-fungsinya secara menakjubkan hampir serupa
untuk semua organisme, namun jalur evolusi yang ditempuh oleh masing-masing
golongan besar organisme (Regnum) juga memiliki kekhususan sendiri-sendiri.
Sel-sel prokariota beradaptasi dengan kehidupan uniselular sedangkan sel-sel
eukariota beradaptasi untuk hidup saling bekerja sama dalam organisasi yang
sangat rapi.
Jaringan komunikasi antara satu sel dengan yang lain menghasilkan suatu
koordinasi untuk mengatur pertumbuhan, reproduksi, osmoregulasi, dan lain-lain
pada berbagai jaringan maupun organ.sistem komunikasi ini selain dilakukan oleh
sistem saraf, juga dilakukan oleh sistem endokrin,atau bahkan sistem saraf
bersama-sama dengan sistem endokrin mengontrol aktivitas organ atau jaringan
tubuh.kedua sistem ini saling mengisi secara fungsional yang demikian luar
biasa, sehingga unsur-unsur saraf dan endokrin sering dianggap menyusun sistem
neuroendokrin.
Saran
Struktur dan fungsi organel-organel dalam sel akan mudah dipelajari jika
ditunjang oleh banyak literatur , baik dari buku-buku penunjang atau internet
.Sehingga kita dapat mengetahui hubungan antara struktur dan fungsi dari
masing-masing organel dengan jelas . Selain itu kita juga dapat memahami
hubungan antara organel-organel tersebut di dalam sel .
•
Bagi kita dan generasi akan datang sudah sepatutnya
untuk mengetahui struktur dan fungsi organel sel pada mahluk hidup, dan
perbedaan antara sel hewan dan tumbuhan.
•
Kepada para pembaca kalau ingin lebih mengetahui
tentang bahasan ini bisa membaca buku atau majalah-majalah yang memuat
tentang struktur dan fungsi organel sel pada mahluk hidup.
DAFTAR PUSTAKA
Kirei. 2008. Fisiologi Hewan. http://wikimedia.commons [ 13 Oktober 2010 ]
Y.D,Andriana.2013.struktur hewan.Medan:FMIPA UNIMED
Yunus, A. 2009.Komunikasi Antar Sel.
http://askar.perikanan.umi.com/. [ 13 Oktober 2010]